Suara Emas Dari Ethiopia
Pemeluk Islam pertama dari kalangan wanita adalah Siti Khodijah istri Rasulullah S.A.W dari kalangan anak-anak Sayidina Ali bin Abu Tholib dan dari kalangan orang dewasa adalah Sayidina Abu Bakar As-Shidiq.Dan kebanyakan dari Umat Islam yang pertama meyakini Islam sebagai agama yang lurus adalah Kaum miskin,para budak,orang-orang yang tertindas,karena Islam tidak membedakan status sosial.
Diantara pemeluk Islam yang awal-awal dari kalangan budak adalah Bilal bin Rabbah. Beliau adalah budak yang berasal dari negeri Habsyah atau ethiopia sekarang.Ketika Muhammad bin Abdullah diutus oleh Allah sebagai Nabi dan Rasul-Nya dan dipeintahkan untuk mensiarkan agama Islampada kaumnya,Bilal bin Rabbah masih sebagai budak seorang
pembesar Quraisy yaitu Umayyah bin Khalaf.Islam mulai merasuki diri Bilal bin Rabbah dan Bilal menyakini dan menjalani Islam secara sembunyi-sembunyi karena Tuan-nya sangat benci dengan Islam.Sepintar-pintarnya Bilal menyembunyikan keIslamannya akhirnya diketahui juga oleh Tuan-nya Umayyah bin Khalaf.Mengetahui Bilal telah memeluk agama Islam bukan main marahnya dia.Dia lalu memerintahkan orang untuk memanggil Bilal.Setelah Bilal datang menghadapnya dia berkata:
"Bilal!APakah benar engkau telah memeluk agamanya Muhammad!" Bentak Umayyah menahan marah.Bilal hanya menjawab dengan diam.Bertambahlah marahnya Umayyah bin Khalaf:"Hey budak bodoh!Apakah kau tidak mendengar perkataanku?"Kata Umayyah lagi.
Bilal lagi-lagi hanya diam.Umayyah mulai tidak sabar atas sikap Bilal yang belum mengakui keIslamannya.Kali ini Umayyah mulai bertanya dengan menggunakan cambuk.
"Cletar" suara pecutan cambuk terdengar dari dalam rumah Umayyah.Ujung cambuk itu melukai badan Bilal yang hitam dan bekas cambuk itu tersamar dengan warna kulitnya tapi darah mulai keluar dari kulit Bilal.Berkali-kali ujung cambuk menampar tubuh Bilal dan Bilal masih tidak mau menjawab pertanyaan dari Umayyah.Bilal berpendirian teguh."Kembalilah kamu keagama nenek moyang-mu!Tinggalkan agama Muhammad jika kau tidak juga mau meninggalkan agama Muhammad bersiaplah merasakan pedihnya siksa yang akan kau dapati karena melawan Tuan-mu" kata Umayyah.
Umayyah menyeret Bilal ke tanah lapang,dengan tangan terikat,Bilal terus diminta untuk mengingkari agama yang dibawa Muhammad.Seperti sebelumnya Bilal hanya diam seribu bahasa.Kesabaran Umayyah telah habis.Bilal dengan tangan terikat terus dicambuki dan oleh anaknya Umayyah bilal diseret dangan menggunakan kuda.Penyiksaan mulai terasa menyakitikan Bilal, dia hanya mengadukan permasalahannya hanya kepada Allah yang Maha Kuasa.Ucapan yang terus keluar dari mulut Bilal;"Ahad,Ahad,Ahad,Allahu Ahad".Sambil terus merasakan siksa, dia terus berkata:"Ahad,Ahad".Melihat keteguhan Bilal dalam mempertahankan agamanya,Umayyah semakin kejam menyiksa Bilal.Dengan tangan dan kaki terikat sambil ditarik dengan kencang,menahan rasa sakit dan teriknya matahari gurun pasir,Bilal terus berkata:"Ahad,Ahad,Allahu Ahad".Akhirnya Umayyah mengambil sebingkah bau besar dan menindihkan batu itu keatas tubuh Bilal yang tertidut terlentang dengan tangan dan kaki terikat.Dengan tubuh yang perih bekas cambukan,sakit karena kerasnya tarikan pada kedua tangan dan kakinya,merasakan tubuhnya mulai terbakar matahari gurun yang terik dan menahan beratnya batu yang ditindihkan diatas tubuhnya,ucapan yang keluar masih :"Ahad,Ahad,Ahad"semakin keras dan memilukan orang yang menyaksikan penyiksaan terhadap dirinya.Salah seorang yang menyaksikan Bilal disiksa adalah salah seorang pembantu Abu Bakar As-Shidiq.Melihat Bilal disiksa karena keIslamannya,orang itu segera melaporkan kepada Sayidina Abu Bakar As-Shidiq.Setelah mendengar apa yang pembantunya saksikan,Abu Bakar segera mendatangi Umayyah:"Hey Umayyah,sekiranya engkau mau menjual budakmu,aku hendak membelinya",kata Sayidina Abu Bakar.
Umayyah:"Kamu mau membeli budak yang tidak berguna ini?".
"Ya.Jika engkau sudah tidak membutuhkannya lagi",kata Sayidina Abu Bakar As-Shidiq
Umayyah berpikir sejenak dan berkata:"Baiklah,kujual budak-ku ini seharga 10 dirham",sambil meremehkan Abu Bakar,karena dia merasa buat apa beli budak ini seharga 10 Dirham karena cukup itu mahal,dia bisa mendapatkan budak yang lebih baik dari Bilal dengan uang sebesar itu,gumamnya dalam hati."Baiklah,terima ini 10 Dirham" kata Abu Bakar As-Shidiq.
Bukan main terkejutnya Umayyah karena Abu Bakar mau membayar Bilal dengan seharga 10 Dirham.Setelah uang diterima Umayyah,pembantunya Abu Bakar As-Shidiq segera melapskan ikatan tali yang mengikat tangan dan kaki Sayidina Bilal dan menurunkan batu yang menindih tubuh Bilal yang penuh dengan luka cambukan.
Umayyah berkata lagi:"Andaikan kau menawar sebesar 1 Dirham,tentu budak ini akan kulepas kepada mu".
Abu Bakar membalas perkataan Umayyah :"Andaikan engkau menghargai budak ini seharga 100 Dirham,tentulah aku akan membelinya darimu".
Bukan main menyesalnya Umayyah dengan melepas budaknya Bilal bin Rabbah seharga 10 Dirham karena dia tahu Abu Bakar adalah orang yang dermawan dan tidak pernah berkata bohong.
Akhirnya Bilal bin Rabbah dibebaskan oleh Abu Bakar As-Shidiq,dan kini dia menjadi orang yang merdeka.Ketika Rasulullah S.A.W memutuskan Hijrah ke Madinah,Bilal turut serta Hijrah ke Madinah berserta Rasulullah S.A.W.
Dan Ketika Allah menurunkan perintah untuk memerangi Kaum Kafir,Bilal termasuk orang yang tidak pernah luput dalam setiap peperangan bersama Rasulullah S.A.W.
Perang yang pertama dan terbesar adalah perang Badar al-Qubro.Dalam perang ini,Bilal berbaris dalam barisan Kaum Muslimin sedangkan Umayyah salah seorang pemimpin Kaum Kafir dalam Perang Badar al-Qubro.Barisan Kaum Muslimin sebanyak 313 s/d 317 orang,dengan mengendarai 70 ekor onta dan 2 ekor kuda.Sedangkan Kaum Kafir Quraisy sebanyak 1300 orang,dengan 100 ekor kuda,mengenakan 600 baju besi dan cukup banyak onta,setiap harinya mereka memotong 9 ekor onta untuk dikonsumsi mereka.
Pasukan Islam mengambil posisi yang Amat Strategis yaitu mengambil posisi dekat dengan Sumur Badar yang merupakan sumber air ditempat itu satu-satunya.
Setelah beberapa hari melakukan pengintaian terhadap kekuatan lawananya,pertempuran siap dimulai.Setelah dua pasukan saling berdiri berhadapan,terjadi kegalauan terhadap pasukan Kaum Kafir Quraisy karena Allah telah menurunkan rasa takut kedalam hati para tentara Quraisy.Pertempuran awali dengan keinginan Al-Aswad bin Abdul Asad Al-Makhzumi yang berperangai kasar dan buruk akhlaknya keluar dari barisannya dan berkata:"Demi Allah,Aku benar-benar akan mengambil air minum dari kolam kalian,atau aku akan menghancurkan atau aku lebih baik mati karenanya".Kedatangannya disambut oleh Hamzah bin Abdul Mutholib paman Nabi.Dia segera menyabetkan pedangnya sehingga kakinya putus dibagian betis da darahnyamuncrat mengenai rekan-rekannya.Setelah itu Al-Aswad merangkak ke kolam hingga tercebur didalamnya.Tetapi secepat kilat Hamzah menyabetnya sekali lagi tatkala dia berada didalam kolam hingga tewas,itulah korban pertama dalam Perang Badar.
Setelah itu muncul tiga orang penunggang kuda yang handal dari Kafir Quaisy,yang bersal dari satu keluarga,mereka yaitu:Utbah bin Rabi'ah,Syaibah bin Rabi'ah,Al-Walid bin Utbah.Mereka menantang dari Kaum Muslimin yang berasal dari Suku Quraisy pula,maka oleh Nabi diutuslah Hamzah bin Abdul Mutholib,Ali bin Abu Tholib,dan Ubaidah ibnu Al-Harits.
BUbaidah ibnu Al-Harits berhadapan dengan Utbah bin Rabi'ah,Hamzah berhadapan dengan Syaibah dan Ali berhadapan dengan Al-Walid bin Utbah.Hamzah dan Ali tidak mengalami kesulitan mengaasi lawannya,tetapi Ubaidah sedikit mengalami kesulitan,kakinya tertebas hingga putus yang mengakibatkan dia meninggal beberapa hari kemudian, sedangkan Utbah dibunuh oleh Hamzah dan Ali.Pertempuranpun dimulai diawali tanding satu lawan satu yang dimenangkan Pasukan Muslimin.
