Saturday, October 23, 2004

Suara Emas Dari Ethiopia

Pemeluk Islam pertama dari kalangan wanita adalah Siti Khodijah istri Rasulullah S.A.W dari kalangan anak-anak Sayidina Ali bin Abu Tholib dan dari kalangan orang dewasa adalah Sayidina Abu Bakar As-Shidiq.Dan kebanyakan dari Umat Islam yang pertama meyakini Islam sebagai agama yang lurus adalah Kaum miskin,para budak,orang-orang yang tertindas,karena Islam tidak membedakan status sosial.
Diantara pemeluk Islam yang awal-awal dari kalangan budak adalah Bilal bin Rabbah. Beliau adalah budak yang berasal dari negeri Habsyah atau ethiopia sekarang.Ketika Muhammad bin Abdullah diutus oleh Allah sebagai Nabi dan Rasul-Nya dan dipeintahkan untuk mensiarkan agama Islampada kaumnya,Bilal bin Rabbah masih sebagai budak seorang
pembesar Quraisy yaitu Umayyah bin Khalaf.Islam mulai merasuki diri Bilal bin Rabbah dan Bilal menyakini dan menjalani Islam secara sembunyi-sembunyi karena Tuan-nya sangat benci dengan Islam.Sepintar-pintarnya Bilal menyembunyikan keIslamannya akhirnya diketahui juga oleh Tuan-nya Umayyah bin Khalaf.Mengetahui Bilal telah memeluk agama Islam bukan main marahnya dia.Dia lalu memerintahkan orang untuk memanggil Bilal.Setelah Bilal datang menghadapnya dia berkata:
"Bilal!APakah benar engkau telah memeluk agamanya Muhammad!" Bentak Umayyah menahan marah.Bilal hanya menjawab dengan diam.Bertambahlah marahnya Umayyah bin Khalaf:"Hey budak bodoh!Apakah kau tidak mendengar perkataanku?"Kata Umayyah lagi.
Bilal lagi-lagi hanya diam.Umayyah mulai tidak sabar atas sikap Bilal yang belum mengakui keIslamannya.Kali ini Umayyah mulai bertanya dengan menggunakan cambuk.
"Cletar" suara pecutan cambuk terdengar dari dalam rumah Umayyah.Ujung cambuk itu melukai badan Bilal yang hitam dan bekas cambuk itu tersamar dengan warna kulitnya tapi darah mulai keluar dari kulit Bilal.Berkali-kali ujung cambuk menampar tubuh Bilal dan Bilal masih tidak mau menjawab pertanyaan dari Umayyah.Bilal berpendirian teguh."Kembalilah kamu keagama nenek moyang-mu!Tinggalkan agama Muhammad jika kau tidak juga mau meninggalkan agama Muhammad bersiaplah merasakan pedihnya siksa yang akan kau dapati karena melawan Tuan-mu" kata Umayyah.
Umayyah menyeret Bilal ke tanah lapang,dengan tangan terikat,Bilal terus diminta untuk mengingkari agama yang dibawa Muhammad.Seperti sebelumnya Bilal hanya diam seribu bahasa.Kesabaran Umayyah telah habis.Bilal dengan tangan terikat terus dicambuki dan oleh anaknya Umayyah bilal diseret dangan menggunakan kuda.Penyiksaan mulai terasa menyakitikan Bilal, dia hanya mengadukan permasalahannya hanya kepada Allah yang Maha Kuasa.Ucapan yang terus keluar dari mulut Bilal;"Ahad,Ahad,Ahad,Allahu Ahad".Sambil terus merasakan siksa, dia terus berkata:"Ahad,Ahad".Melihat keteguhan Bilal dalam mempertahankan agamanya,Umayyah semakin kejam menyiksa Bilal.Dengan tangan dan kaki terikat sambil ditarik dengan kencang,menahan rasa sakit dan teriknya matahari gurun pasir,Bilal terus berkata:"Ahad,Ahad,Allahu Ahad".Akhirnya Umayyah mengambil sebingkah bau besar dan menindihkan batu itu keatas tubuh Bilal yang tertidut terlentang dengan tangan dan kaki terikat.Dengan tubuh yang perih bekas cambukan,sakit karena kerasnya tarikan pada kedua tangan dan kakinya,merasakan tubuhnya mulai terbakar matahari gurun yang terik dan menahan beratnya batu yang ditindihkan diatas tubuhnya,ucapan yang keluar masih :"Ahad,Ahad,Ahad"semakin keras dan memilukan orang yang menyaksikan penyiksaan terhadap dirinya.Salah seorang yang menyaksikan Bilal disiksa adalah salah seorang pembantu Abu Bakar As-Shidiq.Melihat Bilal disiksa karena keIslamannya,orang itu segera melaporkan kepada Sayidina Abu Bakar As-Shidiq.Setelah mendengar apa yang pembantunya saksikan,Abu Bakar segera mendatangi Umayyah:"Hey Umayyah,sekiranya engkau mau menjual budakmu,aku hendak membelinya",kata Sayidina Abu Bakar.
Umayyah:"Kamu mau membeli budak yang tidak berguna ini?".
"Ya.Jika engkau sudah tidak membutuhkannya lagi",kata Sayidina Abu Bakar As-Shidiq
Umayyah berpikir sejenak dan berkata:"Baiklah,kujual budak-ku ini seharga 10 dirham",sambil meremehkan Abu Bakar,karena dia merasa buat apa beli budak ini seharga 10 Dirham karena cukup itu mahal,dia bisa mendapatkan budak yang lebih baik dari Bilal dengan uang sebesar itu,gumamnya dalam hati."Baiklah,terima ini 10 Dirham" kata Abu Bakar As-Shidiq.
Bukan main terkejutnya Umayyah karena Abu Bakar mau membayar Bilal dengan seharga 10 Dirham.Setelah uang diterima Umayyah,pembantunya Abu Bakar As-Shidiq segera melapskan ikatan tali yang mengikat tangan dan kaki Sayidina Bilal dan menurunkan batu yang menindih tubuh Bilal yang penuh dengan luka cambukan.
Umayyah berkata lagi:"Andaikan kau menawar sebesar 1 Dirham,tentu budak ini akan kulepas kepada mu".
Abu Bakar membalas perkataan Umayyah :"Andaikan engkau menghargai budak ini seharga 100 Dirham,tentulah aku akan membelinya darimu".
Bukan main menyesalnya Umayyah dengan melepas budaknya Bilal bin Rabbah seharga 10 Dirham karena dia tahu Abu Bakar adalah orang yang dermawan dan tidak pernah berkata bohong.
Akhirnya Bilal bin Rabbah dibebaskan oleh Abu Bakar As-Shidiq,dan kini dia menjadi orang yang merdeka.Ketika Rasulullah S.A.W memutuskan Hijrah ke Madinah,Bilal turut serta Hijrah ke Madinah berserta Rasulullah S.A.W.
Dan Ketika Allah menurunkan perintah untuk memerangi Kaum Kafir,Bilal termasuk orang yang tidak pernah luput dalam setiap peperangan bersama Rasulullah S.A.W.
Perang yang pertama dan terbesar adalah perang Badar al-Qubro.Dalam perang ini,Bilal berbaris dalam barisan Kaum Muslimin sedangkan Umayyah salah seorang pemimpin Kaum Kafir dalam Perang Badar al-Qubro.Barisan Kaum Muslimin sebanyak 313 s/d 317 orang,dengan mengendarai 70 ekor onta dan 2 ekor kuda.Sedangkan Kaum Kafir Quraisy sebanyak 1300 orang,dengan 100 ekor kuda,mengenakan 600 baju besi dan cukup banyak onta,setiap harinya mereka memotong 9 ekor onta untuk dikonsumsi mereka.
Pasukan Islam mengambil posisi yang Amat Strategis yaitu mengambil posisi dekat dengan Sumur Badar yang merupakan sumber air ditempat itu satu-satunya.
Setelah beberapa hari melakukan pengintaian terhadap kekuatan lawananya,pertempuran siap dimulai.Setelah dua pasukan saling berdiri berhadapan,terjadi kegalauan terhadap pasukan Kaum Kafir Quraisy karena Allah telah menurunkan rasa takut kedalam hati para tentara Quraisy.Pertempuran awali dengan keinginan Al-Aswad bin Abdul Asad Al-Makhzumi yang berperangai kasar dan buruk akhlaknya keluar dari barisannya dan berkata:"Demi Allah,Aku benar-benar akan mengambil air minum dari kolam kalian,atau aku akan menghancurkan atau aku lebih baik mati karenanya".Kedatangannya disambut oleh Hamzah bin Abdul Mutholib paman Nabi.Dia segera menyabetkan pedangnya sehingga kakinya putus dibagian betis da darahnyamuncrat mengenai rekan-rekannya.Setelah itu Al-Aswad merangkak ke kolam hingga tercebur didalamnya.Tetapi secepat kilat Hamzah menyabetnya sekali lagi tatkala dia berada didalam kolam hingga tewas,itulah korban pertama dalam Perang Badar.
Setelah itu muncul tiga orang penunggang kuda yang handal dari Kafir Quaisy,yang bersal dari satu keluarga,mereka yaitu:Utbah bin Rabi'ah,Syaibah bin Rabi'ah,Al-Walid bin Utbah.Mereka menantang dari Kaum Muslimin yang berasal dari Suku Quraisy pula,maka oleh Nabi diutuslah Hamzah bin Abdul Mutholib,Ali bin Abu Tholib,dan Ubaidah ibnu Al-Harits.
BUbaidah ibnu Al-Harits berhadapan dengan Utbah bin Rabi'ah,Hamzah berhadapan dengan Syaibah dan Ali berhadapan dengan Al-Walid bin Utbah.Hamzah dan Ali tidak mengalami kesulitan mengaasi lawannya,tetapi Ubaidah sedikit mengalami kesulitan,kakinya tertebas hingga putus yang mengakibatkan dia meninggal beberapa hari kemudian, sedangkan Utbah dibunuh oleh Hamzah dan Ali.Pertempuranpun dimulai diawali tanding satu lawan satu yang dimenangkan Pasukan Muslimin.

Wednesday, October 20, 2004

Percobaan Pembunuhan oleh Kaum Quraisy terhadap Rasulullah S.A.W

Suatu ketika pada hari Sabtu,terjadi pertemuan antar orang-orang terkemuka di Makkah.Mereka berkumpul di Darun Nadwah tempat mereka biasa mengadakan musyawarah.Pembahasan mereka kali ini adalah melenyapkan Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutholib bin Hasyim,dari Bani Hasyim.Semua suku yang ada di Makkah berkumpul disana terkecuali perwakilan dari Bani Hasyim.
Diantara yang hadir adalah Abu Jahal bin Hisyam,Al-Hakam bin Abul-Ash,
Uqbah bin Abu Mu'aith,An-Nadhr bin Al-Harits,Ummayah bin Khalaf, Zam'ah bin Al-Aswad,Thu'aimah bin Adiy,Abu Lahab,Ubay bin Khalaf, Nabih bin Al-Hajaj,Munabih bin Al-Hajaj.
Ketika mereka hendak memulai pembicaraan datang seorang tua membawa tongkat meminta untuk disertakan dalam pertemuan mereka saat itu.
Tetapi oleh Abu Jahal orang tua itu dilarang:"Kami yang berkumpul disini ini akan membahas dan mengatur suatu masalah yang sangat rahasia ,untuk itu.Kembalilah engkau!".
Mendengar penolakan yang dilakukan oleh Abu Jahal,orang tua itu segera menjawab:"Aku ini adalah orang yang dituakan di negeri Najed, Aku punya firasat akan terjadi suatu peristiwa dalam masa-masa ini,
untuk itu aku ingin mencoba apakah itu sesuai dengan penakwilanku,
maka masukanlah aku bersamamu dalam Darun Nadwah,barangkali aku bisa menceritakan kepadamu tentang takwilanku dan aku bisa membedakan mana perkataan yang benar dan mana perkataan yang salah".
Akhirnya Abu Jahal dan teman-temannya mengizinkan orang tua itu untuk turut serta dalam rapat mereka.
Orang yang pertama kali mengeluarkan pendapat adalah Utbah tetapi oleh orang tua itu ditentang pendapatnya,semua yang mengeluarkan pendapat bagaimana cara membunuh Nabi Muhammad oleh orang tua selalu ditentang karena caranya tidak benar.Setelah merasa tidak ada jalan bagaimana cara melenyapkan Nabi Muhammad,orang tua itu memberikan pendapatnya bagaimana cara yang baik untuk membunuh Nabi Muhammad S.A.W.
"Aku punya pendapat,bagaimana kalau kita mengeluarkan setiap kabilah
seorang pemuda,terus pemuda-pemuda ini kita perintahkan untuk mendatangi rumah Muhammad S.A.W.dimalam hari,dan kalau sudah bertemu Muhammad mereka langsung membunuhnya dengan memakai hunusan pedang yang tajam,sehingga tidak ada satupun orang yang tahu siapa pembunuhnya,apabila keluarga Muhammad menuntut Diyat,maka kita mengumpulkan harta yang kita ambil dari setiap Qabilah yang mengirimkan pemuda pembunuhnya.Lalu harta yang sudah terkumpul itu kita berikan kepada kerabat Muhammad,maka akan putuslah tuntutan keluarganya dan kita semua selamat dari kejahatan Muhammad". kata orang tua itu.
Semuanya yang hadir setuju,karena ini adalah pendapat yang paling baik menurut mereka.Itulah pendapat Iblis yang menyaru menjadi seorang tua.
Malam harinya semua perwakilan dari setiap kabilah telah mengepung rumah Nabi Muhammad S.A.W.dengan pedang ditangan siap menghujamkan ketubuh Nabi Muhammad S.A.W.
Sementara didalam rumah, Rasulullah dengan Sayidina Ali sudah mengetahui apa yang kaumnya akan perbuat terhadap diri Rasulullah karena Malaikat Jibril telah memberitahukan kepada Muhammad S.A.W.
Lewat tengah malam para pemuda itu terserang rasa kantuk sehingga mereka semua tertidur.Rasulullah meminta Ali agar menggantikan posisi-nya ditempat tidur dengan resiko dia terbunuh karena dikira oleh mereka adalah Rasulullah yang tidur dikasurnya.Ali lalu tidur dengan mengenakan selimut berwarna hijau milik Rasulullah S.A.W.Menjelang subuh Rasulullah keluar setelah keadaan telah aman dikarenakan semuanya telah dibuat tidur oleh Allah S.W.T.agar Mahkluk yang dicintainya dapat pergi dan terhindar dari niat busuk Kaumnya yang hendak membunuhnya.Rasulullah keluar dan melihat mereka tengah tertidur,Rasulullah mengambil pasir dan menyiramkan ke kepala mereka sambil membacakan 10 ayat pertama dari Surat Yasin.Rasulullah segera menuju kerumah Abu Bakar as-Shidiq dan mengajaknya pergi dari Makkah.
Tujuannya pertama adalah Gua Tsaur.Digua itu di bermalam selama 3 malam
setelah itu Beliau ditemani oleh Sahabatnya Abu Bakar,Amir bin Furaqah pembantunya Abu Bakar dan Abdullah bin Uraiqith sebagai penunjuk jalan
menuju Madinah yang kala itu masih bernama Yastrib,yang berada disebelah utara Makkah.
*Itulah salah satu perlindungan yang Allah berikan kepada Rasulullah, karena Allah-lah yang mengutusnya dan Dia pulalah yang melindunginya, Maha Besar Allah yang mengetahui kapan hamba-Nya membutuhkan-Nya dan tidak pernah melupakan hamba-Nya walaupun hamba-Nya melupakan-Nya.
Hasbunallah wani'mal wakil, ni'mal maula wa ni'mal wakil,laa haula walaa quwata illa billahil aliyil Adzhim.

Percobaan Pembunuhan oleh Kaum Quraisy terhadap Rasulullah S.A.W

Suatu ketika pada hari Sabtu,terjadi pertemuan antar orang-orang terkemuka di Makkah.Mereka berkumpul di Darun Nadwah tempat mereka biasa mengadakan musyawarah.Pembahasan mereka kali ini adalah melenyapkan Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutholib bin Hasyim,dari Bani Hasyim.Semua suku yang ada di Makkah berkumpul disana terkecuali perwakilan dari Bani Hasyim.
Diantara yang hadir adalah Abu Jahal bin Hisyam,Al-Hakam bin Abul-Ash,
Uqbah bin Abu Mu'aith,An-Nadhr bin Al-Harits,Ummayah bin Khalaf, Zam'ah bin Al-Aswad,Thu'aimah bin Adiy,Abu Lahab,Ubay bin Khalaf, Nabih bin Al-Hajaj,Munabih bin Al-Hajaj.
Ketika mereka hendak memulai pembicaraan datang seorang tua membawa tongkat meminta untuk disertakan dalam pertemuan mereka saat itu.
Tetapi oleh Abu Jahal orang tua itu dilarang:"Kami yang berkumpul disini ini akan membahas dan mengatur suatu masalah yang sangat rahasia ,untuk itu.Kembalilah engkau!".
Mendengar penolakan yang dilakukan oleh Abu Jahal,orang tua itu segera menjawab:"Aku ini adalah orang yang dituakan di negeri Najed, Aku punya firasat akan terjadi suatu peristiwa dalam masa-masa ini,
untuk itu aku ingin mencoba apakah itu sesuai dengan penakwilanku,
maka masukanlah aku bersamamu dalam Darun Nadwah,barangkali aku bisa menceritakan kepadamu tentang takwilanku dan aku bisa membedakan mana perkataan yang benar dan mana perkataan yang salah".
Akhirnya Abu Jahal dan teman-temannya mengizinkan orang tua itu untuk turut serta dalam rapat mereka.
Orang yang pertama kali mengeluarkan pendapat adalah Utbah tetapi oleh orang tua itu ditentang pendapatnya,semua yang mengeluarkan pendapat bagaimana cara membunuh Nabi Muhammad oleh orang tua selalu ditentang karena caranya tidak benar.Setelah merasa tidak ada jalan bagaimana cara melenyapkan Nabi Muhammad,orang tua memberikan pendapatnya bagaimana cara yang baik untuk membunuh Nabi Muhammad S.A.W.
"Aku punya pendapat,bagaimana kalau kita mengeluarkan setiap kabilah
seorang kabilah,terus pemuda-pemuda ini kita perintahkan untuk mendatangi rumah Muhammad S.A.W.dimalam hari,dan kalau sudah bertemu Muhammad mereka langsung membunuhnya dengan memakai hunusan pedan yang siapa pembunuhnya,apabila keluarga Muhammad menuntut Diyat,maka kita mengumpulkan harta yang kita ambil dari setiap Qabilah yang mengirimkan pemuda pembunuhnya.Lalu harta harta yang sudah terkumpul itu kita berikan kepada kerabat Muhammad,maka akan putuslah tuntutan keluarganya dan kita semua selamat dari kejahatan Muhammad". kata orang tua itu.
Semuanya yang hadir setuju,karena ini adalah pendapat yang paling baik menurut mereka.
Malam harinya semua perwakilan dari setiap kabilah telah mengepung rumah Nabi Muhammad S.A.W.dengan pedang ditangan siap menghujamkan ketubuh Nabi Muhammad S.A.W.
Sementara didalam rumah, Rasulullah dengan Sayidina Ali sudah mengetahui apa yang kaumnya akan perbuat terhadap diri Rasulullah karena Malaikat Jibril telah memberitahukan kepada Muhammad S.A.W.
Lewat tengah malam para pemuda itu terserang rasa kantuk sehingga mereka semua tertidur.Rasulullah meminta Ali agar menggantikan posisi-nya ditempat tidur dengan resiko dia terbunuh karena dikira oleh mereka adalah Rasulullah yang tidur dikasurnya.Ali lalu tidur dengan mengenakan selimut berwarna hijau milik Rasulullah S.A.W.Menjelang subuh Rasulullah keluar setelah keadaan telah aman dikarenakan semuanya telah dibuat tidur oleh Allah S.W.T.agar Mahkluk yang dicintainya dapat pergi dan terhindar dari niat busuk Kaumnya yang hendak membunuhnya.Rasulullah keluar dan melihat mereka tengah tertidur,Rasulullah mengambil pasir dan menyiramkan ke kepala mereka sambil membacakan 10 ayat pertama dari Surat Yasin.Rasulullah segera menuju kerumah Abu Bakar as-Shidiq dan mengajaknya pergi dari Makkah.
Tujuannya pertama adalah Gua Tsaur.Digua itu di bermalam selama 3 hari
setalh itu Beliau ditemani oleh Sahabatnya Abu Bakar,Amir bin Furaqah pembantunya Abu Bakar dan Abdullah bin Uraiqith sebagai penunjuk jalan
menuju Madinah yang kala itu masih bernama Yastrib,yang berada disebelah utara Makkah.
*Itulah salah satu perlindungan yang Allah berikan kepada Rasulullah, karena Allah-lah yang mengutusnya dan Dia pulalah yang melindunginya, Maha Besar Allah yang mengetahui kapan hamba-Nya membutuhkan-Nya dan tidak pernah melupakan hamba-Nya walaupun hamba-Nya melupakan-Nya.
Hasbunallah wani'mal wakil ni'mal maula wa ni'mal wakil,laa haula walaa quwata illa billahil aliyil Adzhim.

Sunday, October 17, 2004

Kekuatan Umat Islam Dalam Perang Badar

Setelah umat Islam mendapatkan izin dari Allah S.W.T untuk berperang,terntara yang
dimiliki hanya 313 s/d 317 orang,terdiri dari 82 hingga 86 orang dari Muhajirin
(orang yang hijrah dari Makkah ke Madinah),61 orang dari Aus,170 orang dari Khazraj.Mereka tidak mengadakan pertemuan khusus ,tidak pula membawa perlengkapan
yang banyak.Kudanya pun hanya 2 ekor,seekor milik Az-Zubair bin Awwam dan satu lagi milik AL-Miqdad bin Al-Aswad Al-Kindy.Sedangkan ontanya ada 70 ekor.Satu ekor dinaiki 2 atau tiga orang.Sementara Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam naik seekor onta bersama Ali bin Abu Tholib dan Martsad bin Abu Martsad Al-Ghanawy.
Bendera komando tertinggi yang berwarna putih diserahkan kepada Mush'ab bin Umair.
Sementara pasukan dibagi menjadi 2 batalion;
1.Batalion Muhajirin,yang benderanya diserahkan kepada Ali bin Abu Thalib.
2.Bation Anshar yang benderanya diserahkan kepada Sa'd bin Muadz
Komando front sebelah kanan diserahkan kepada Az-Zubair bin Awwam,dan front sebelah kiri diserahkan kepada Al-Miqdad bin Amr,karena merekalah yang hanya memiliki kuda.Sedangkan pertahanan belakang diserahkan kepada Qais bin Sha'sha'ah
sedangkan komando tertinggi berada ditangan beliau.
Menghadapi Pasukan Kafir Quraisy yang jumlahnya 3 kali lipat dari Pasukan Umat Islam, mereka mampu mengalahkan Pasukan kafir Quraisy dengan semangat jihad yang mengelora tak takut mati mati karena surga telah menanti bagi Para Syuhada.

Monday, October 11, 2004

Abu Hurairah pingsan menahan lapar

Orang yang paling banyak meriwayatkan hadist dari Nabi Muhammad SAW adalah Abu Hurairah ra.Keika islam datang dia hanyalah seorang penggembala ternak.Setelah dia mengetauhi adanya agama baru yang dibawa oleh seorang arab yang berasal dari Makkah dia segera mencari tahu dan akhirnya meyakini agama baru tersebut.
Abu Hurairah adalah sebuah nama julukan yang diberikan untuknya karena dia mempunyai seekor kucing(hurairah).Dia mengikuti kemana Nabi SAW pergi dan menyimak semua perkataan Nabi dan setelah Nabi tidak ada dia meriwayatkan hadist-hadist yang pernah dia dengar langsung dari Nabi SAW.
Suatu ketika dia sudah tidak makan dalam beberapa hari sehingga membuatnya lapar sekali dan itu adalah sebuah kebiasaan baginya dikarenakan dia tidak mempunyai apa-apa untuk dimakan.Akhirnya terpikir dalam hatinya untuk menemui Abu Bakar as-Shidiq ra,berharap dia mau mengajaknya makan.Akan tetapi setelah dia bertemu dengan Sahabat Abu Bakar dia tidak menawarinya makan,akhirnya dia berharap kepada sahabat yang lain tapi sahabat yang lain juga tidak ada yang mengajaknya untuk makan dia dikarenakan mereka juga tidak mengetahui bahwa dia lapar sekali.Akhirnya dia hanya bisa menahan rasa laparnya ketika dia di dalam Masjid Nabawi akhirnya tidak tahan karena rasa laparnya itu dan akhirnya dia pingsan,melihat dia pingsan sahabat yang lain mengira kalau dia terkena penyakit.
Begitulah kehidupan orang-orang disekitar Nabi SAW pernuh dengan kesederhanaan dan kecintaan kepada agama.

Sungai Nil Tidak Meminta Korban Lagi

Dimasa kekhalifan Sayidina Umar bin Khatab ra,mesir sudah termasuk dalam kekuasaan
kekhalifan Islam.Waktu itu mesir di pimpin oleh seorang Gubernur yang bernama Amr bin Ash ra.Suatu ketika pada bulan-bulan tertentu sungai Nil tidak mau mengalirkan airnya alias kering sehingga penduduk Mesir dan sudah menjadi tradisi mereka untuk mengorbankan seorang gadis yang cantik untuk dilemparkan kedalam Sungai Nil sebagai korban agar sungai Nil mau mengalirkan airnya.Hal ini diketahui oleh Sang Gubernur dan membuat Gubernur Amr bin Ash pusing karena ini sama saja membiarkan perbuatan musyrik terjadi kembali sedangkan mereka telah memeluk Islam.

Akhirnya dikirimlah surat kepada Sang Khalifah Umar bin Khatab di Madinah.Setelah tiba surat ditangan Sang Khalifah Umar,Khalifah Umar segera menulis surat balasan kepada Gubernur Mesir.Surat itu ada 2 buah,satu untuk Gubernur Amr bin Ash dan yang
satu lagi untuk sungai Nil itu sendiri.Setelah surat berada ditangan Gubernur Mesir dia segera membukanya dan sedikit kaget karena ada 2 surat didalamnya.Dia baca surat yang ditujukan untuknya dari Khalifah Umar yang isinya:"Islam menghapus
perbuatan seperti itu,Aku juga menulis surat untuk sungai Nil jika surat ini telah engkau terima maka lemparkan suratKu ini kedalam sungai Nil.
Isi surat tersebut adalah:"Wahai sungai Nil,jika engkau mengalir karena Allah maka takutlah engkau pada Nya,tapi jika engkau mengalir karena dirimu sendiri berbuatlah semau-Mu.

Keesokannya dilemparlah surat yang ditulis Khalifah Umar untuk sungai Nil,berkat izin Allah SWT akhirnya sungai Nil mengalirkan airnya seperti semula hingga sekarang.

Permulaan Adzan

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra,dia telah berkata:"Ketika kaum muslim pertama kali sampai di Madinah,mereka berkumpul menantikan waktu shalat,namun tidak ada panggilan yang memanggilnya.Lalu mereka membicarakan tentang tanda masuk waktu shalat.Sewaktu mereka shalat berbincang-bincang tentang tanda waktu shalat tersebut,sebagiab dari mereka ada yang berkata:"Bunyikanlah lonceng sebagaimana lonceng orang Nasrani."Sedang sebagian yang lain berkata:"Bunyikanlah terompet seperti orang Yahudi."Kemudian Umar ra berkata:"Mengapa kamu tidak menyerukan shalat?"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian bersabda:"Wahai Bilal,
bangunlah dan serukanlah panggilan untuk mendirikan shalat".

(Hadist Muttafak'alahi)

Sunday, October 10, 2004

Isa bin Maryam alaihi salam

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra,dia telah berkata: Rasulullah SAW telah bersabda:"Pada suatu malam aku bermimpi berada di dekat Ka'bah.Aku melihat seorang lelaki berkulit sawo matang.Dia berambut ikal sebagaimana engkau melihat seorang lalaki tampan berambut ikal.Dia lurus rambutnya lagi masih basah bagaikan meneteskan air,dia bersandar kepada dua orang aatau kepada bahu dua orang sambil melakukan Tawaf di baitullah."lalu aku bertanya siapakah lelaki ini?"Ada yang menjawab:"Dia adalh AL-Masih bin Maryam."Kenudian aku melihat pula seorang lelaki berambut keriting,mata kanannyabuta seperti buah anggur yang masak yang masak ranum(matanya agak keluar).
Lalu aku bertanya:"Siapa pula lelaki ini?"Ada yang menjawab:"dia adalah Al-Masih Dajjal".

Ancaman bagi yang mendustakan Rasulullah SAW

1.Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra,dia telah berkata;Rasulullah SAW telah bersabda: Janganlah kamu sekalian mencoba mendustakan aku,karena sesungguhnya orang yang mendustakan aku akan dimasukkan kedalam siksa api neraka.
2.Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra,dia telah berkata:sesungguhnya aku dilarang meriwayatkan hadis kepadamu terlalu banyak,karena Rasulullah SAW telah;"Barangsiapa
yang sengaja mendustakan aku,maka hendaklah dia mempersiapkan diri untuk menerima Adzab neraka".
3Diriwatkan dari Abu Hurairah ra,dia telah berkata;Rasulullah SAW telah bersabda:
"Barangsiapa yang sengaja mendustakan aku maka hendaklah dia mempersiapkan diri untuk
menerima adzab neraka".
4.Diriwayatkan dari Mughirah ra,dia elah berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah SAW
bersabda:"Sesungguhnya pendustaan terhadap diriku adalah tidak sama dengan pendustaan
yang dilakukan terhadap seseorang,Sebab orang yang sengaja mendustakan aku akan disediakan baginya adzab dari api neraka".
(hadis muttafaq'alaihi)

Thursday, October 07, 2004

Halaqah Para Syuhada

Diceritakan sebuah kisah yang yang sulit untuk dipercaya mengenai kehidupan para syuhada setelah mendapatkan syahidnya pada kehidupan selanjutnya.
Dahulu ketika Islam memulai penyebaran dakwah Islam di seanteo dunia,apabila suatu daerah tidak menerima dengan damai maka akan di tempuh dengan cara pedang alias perang.Dalam sebuah pertempuran dalam melebarkan kekhalifahan Islam diutus pasukan
para tentara-tentara Islam yang gagah berani dan siap mati untuk mendapatkan syahid
diantaranya adalah seorang pemuda yang baru saja melepaskan masa lajangnya.Betapa
beratnya dia untuk meninggalkan istrinya yang baru dinikahan dimasa malam pengantinnya dikarenakan panggilan tugas dari negara kedaulatan Islam.

Setelah berjalan sekian lama kedaerah yang sudah ditetapkan dimana ada daerah yang tidak mau mengakui Islam tibalah mereka saling berhadapan antara pasukan Islam dan
pasukan Kafir.Dimulailah pertempuran dengan duel satu lawan satu dari tentara-tentara mereka yang terbaik dan terkuat.Setelah selesai pertarungan satu lawan satu
maka mereka saling menyerang satu sama lain.

Pertempuran semakin sengit dan korban dari kedua belah pihak berjatuhan,ada yang terkena sabetan pedang,tombak,panah dan senjata tajam lainnya.Pertempuran berlangsung berhari-hari,berminggu-minggu bahkan hampir sebulan.Sedangkan jauh dari
areal pertempuran ada seorang wanita muda yang menuju kedaerah pertempuran,ternyata
wanita itu adalah istri dari pria yang baru nikah yang ikut perangtersebut.Setelah berjalan hampir sebulan wanita itu tiba di medan pertempuran didapati pada medan
pertempuran mayat-mayat bergelimpangan,bau amis darah,asap hitam masih menyelimuti
medan pertempuran seolah-olah masih menangisi para syuhada-syuhada yang jihad fi sabilillah.Diperiksalah satu persatu mayat yang ada untuk memastikan kondisi keadaan suaminya.Dikejauhan,samar-samar terlihat sekelompok orang sedang duduk melingkar(halaqah),ternyata mnereka adalah roh-roh para syuhada yang sedang menyantap makanan dari surga dan Allah SWT menampakkan pada wanita ini yang datang jauh-jauh hanya untuk mengetahui keadaan suaminya tercinta di medan jihad.Setelah
mendapati suaminya sedang menyantap makanan dihampirilah suaminya,setelah berhadapan dengan suaminya dijelaskanlah oleh suaminya bahwa dia telah syahid dan yang duduk-duduk bersamanya adalah para syuhada.Waktu itu para syuhada sedang menyantap makanan maka di ajaklah sang istri untuk memakan makanan dari surga yang ada dihadapannya.Selesai makan sang suami izin karena dia harus segera pergi menghadap tuhannya.Ditinggallah istrinya seorang diri di bekas medan pertempuran untuk selama-lamanya.Bertahun-tahun si istri hidup seorang diri dengan ganjalan bantalan pada perutnya dikarenakan perutnya kempis karena tidak pernah masuk makanan semenjak dia makan bersama para syuhada karena dia tidak pernah merasa lapar hanya cukup sedikit minum dia sudah merasa kenyang.

Friday, October 01, 2004

Apa yang Allah tidak miliki?

Suatu ketika datang sekelompok kecil orang yahudi menghadap Khalifah Abu Bakar as,
setelah tiba di hadapan Khalifah Abu Bakar ra,orang yahudi itu memohon untuk menghadap dan melakukan beberapa pertanyaan:

Yahudi : Wahai Tuan,kami datang kemari hanyalah untuk menanyakan beberapa hal pada
anda,sekiranya anda mengizinkan dan mau menjawab beberapa pertanyaan dari
kami!
Abu Bakar ra : Silakan dan apa pertanyaannya,Insya Allah saya akan menjawabnya.
Yahudi : Pertanyaan yang akan kami ajukan adalah sebagai berikut;
Pertama apa yang tidak di ketahui oleh Allah?
Kedua apa yang tidak ada pada diri Allah?
Ketiga apa yang tidak Allah miliki?
Mendengar pertanyaan seperti ini Abu Bakar as-Shidiq ra menjadi marah dan segera mengusir yahudi tersebut kalau tidak akan dicambuk olehnya.
Dengan rasa takut yahudi itu segera pergi meninggalkan Khalifah dan pergi meninggal-
kan kota Madinah.Lalu salah seorang sahabat memberikan usul kepada Khalifah agar yahudi tersebut dipertemukan dengan Sayidina Ali bin Abu Thalib mungkin Abu Turab alias Ali bin Abu Thalib ini mampu menjawab pertanyaan yahudi tersebut.Abu Bakar ra
mengizinkan karena Ali bin Abu Thalib ra memang dikenal pintar karena dia terkenal dengan sebutan Babul Ilmu(pintu ilmu)dikarenakan sebuah hadist Nabi yang mengatakan:
Aku adalah gudang ilmu dan Ali adalah pintunya.Lalu pergilah orang itu untuk mengejar
yahudi tersebut dan menunjukan kepada mereka orang yang mampu menjawab pertanyaan mereka.
Sesampainya dihadapan orang yahudi tersebut dia segera memintanya agar segera menemui
Ali bin Abu Thalib ra.Bersama-sama dengan yahudi mereka pergi menghadap Abul Hasan
(bapaknya Hasan).Sesampainya didepan rumah Sayidina Ali mereka mengetuk pintu dan memberi salam kepada Abul Hasan,dan menerangkan meksud kedatangan mereka:
Ali bin Abu Thalib : Apa yang bisa saya bantu?
Sahabat Muslim : Ya Abul Hasan,Mereka(yahudi)ini baru saja menghadap Khalifah dan
melakukan pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh beliau.
Ali bin Abu Thalib : Pertanyaan apa itu wahai saudaraku?
Yahudi : Ada tiga pertanyaan yang ingin kami tanyakan kepadamu!
Ali bin Abu Thalib : Apa?
Yahudi : 1.Apa yang tidak diketahui oleh Allah?
2.Apa yang tidak ada pada diri Allah?
3.Apa yang tidak Allah miliki?
Ali bin Abu Thalib : Jawaban yang pertama,apa yang tidak Allah ketahui adalah Allah
tidak mengetahui bahwa di langit dan bumi ada Tuhan selain dia
pasti yang mengaku Tuhan selain Dia akan binasa.
Untuk jawaban yang kedua,apa yang tidak ada pada diri Allah ada-
lah ke-Zhaliman,karena Allah tidak pernah men-Zhalimi makhluknya
Untuk yang ketiga apa yang tidak Allah miliki adalah anak dan
istri,karena terlalu hina baginya memiliki anak dan istri.
Yahudi : Engkau benar.Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah,dan
Aku bersaksi Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.